ketika aku memutuskan menonton film indonesia, tujuannya untuk mematahkan kesinisan orang-orang terhadap karya anak bangsa. meskipun barangkali mereka tak pernah menontonnya, sekali pun. ya separah itu apriorinya mereka dengan produk dalam negeri.
ternyata sekali lagi, keapriorian mereka terbukti. telak!
film “emak ingin naik haji” ini dibuka dengan iringan lagu cerita untuk orang yang lupa iwan abdurahman. secara saya ngefans sama beliaunya, harapan untuk menonton film yang sanggup menangiskan helmi yahya selama tujuh kali itu tetap melambung . akting Ati Kanser (Emak) serta Reza Rahadian (Zein, anaknya emak) konon sangat meyakinkan.
namun sayang, film yang mengangkat cerita pendek asma nadia yang berjudul sama itu ceritanya sungguh klise. seklise-klisenya. seperti pada judulnya, film yang diproduseri mizan production ini mengisahkan seorang ibu miskin yang berkeinginan kuat ingin menunaikan rukun islam kelima. masalahnya bagaimana caranya
memperoleh ongkos 30 juta?
kemungkinan untuk bisa haji kecil, karena emak yang hanya penjual kue basah tingkat rt. dibantu anaknya, pelukis kaki lima. ditengah usaha mengumpulkan uang itu masalah berkembang. seperti cerita-cerita yang telah ribuan kali kita baca sejak kecil. sudah jatuh tertimpa tangga baja dari lantai tiga. ya begitulah memang adanya.
terlalu banyak kebetulan-kebetulan dalam film ini yang saling kait-mengkait. dan tiba-tiba film selesai. padahal temanku belum sempat memanfaatkan tisu yang dibawanya diam-diam. meski mengusung tema religi film ini tak terjebak pada ke”over”an pemakaian kosa kata arab yang dianggap islami. semua “normal”, tak berlebihan.
selain mengisahkan emak yang benar-benar tulus berhaji, dikisahkan juga motivasi lain ketika orang berhaji. salah duanya adalah untuk menambahkan satu huruf di depan namanya agar lebih keren. juga untuk mengejar status di masyarakat.
untuk ibu ati kanser dan reza rahadian, selamat ya. kalian aktingnya keren.

