film ini merupakan film andalan jiffest tahun ini. buktinya jauh-jauh hari tiketnya sudah sold out. dan tanpa perlu mengantri, aku memperoleh dvd (bajakan) ini di giant point square lebak bulus. menyenangkan? atau justru menyedihkan, jiffest tak relevan lagi karena semua film yang diputar sudah ada bajakannya di lapak-lapak dengan gambar yang sempurna.
tak heran jika film ini diburu banyak orang, film ini memperoleh 10 award di jepang. tak salah, film ini tak hanya menyajikan gambar-gambar yang indah namun juga pimilihan tema yang unik. departure mengisahkan keberangkatan (ke alam lain) yang dialami semua orang.
daigo kobayashi yang pemain cello, setelah dipecat ia membaca lowongan yang judulnya departure. ia menduga akan bekerja di sebuah agent perjalanan. namun ia agak shock ketika menyadari tugasnya. ia harus mempersiapkan keberangkatan seseorang ke alam lain.
yojiro takita sutradara film ini, seperti orang jepang lainnya, sangat mengagumi dan bangga dengan budaya yang dimilikinya. sehingga ritual pemberangkatan jenasah itu ia angkat ke layar lebar dengan baik. ia menempatkan ritual masa lalu yang agung itu pada zaman era web 2.0 dengan baik.
kematian hanyalah langkah awal untuk menuju ke kehidupan selanjutnya. sehingga kematian pun perlu di rayakan. sayang isterinya menolak pekerjaan baru suaminya yang menjadi pengurus jenasah itu. ia menganggap pekerjaan suaminya tak normal dan menjijikkan.
penggambaran konflik itu digambarkan dengan sangat baik. daigo harus menyesuaikan dirinya dan juga bagaimana meyakinkan suaminya bahwa pekerjaan barunya itu sebaik pekerjaan lain. bukankah semua orang akan mati?
film ini cukup romantis, adegan-adegannya sangat indah. ini didukung oleh backround keindahan alam jepang yang bersalju. seperti dalam adegan pembukaan, sebuah mobil yang membelah jalanan salju dan kabut yang memutih. barangkali, kematian itu akan sekhidmad dan sesendu itu? entahlah. aku duga lebih berwarna.